jump to navigation

Ahlan ya Ramadhan September 4, 2008

Posted by ibnukhair in Uncategorized.
trackback

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan selawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, juga untuk segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa sahaja yang menghidupkan & meneruskan perjuangan dakwahnya hingga hari kiamat. Saudara & saudari yang mulia. Saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari sisi Allah, assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Sudah 4 hari Ramadhan 1429 berlalu. Izinkan Safiyyah mengucapkan selamat datang buat bulan yang mulia ini. Ahlan ya Ramadhan kareem. Selamat mendaftar di Madrasah Ramadhan buat semua Muslim di segenap pelusuk dunia. Safiyyah petik sedikit sinopsis awal Risalah Tsulasa*’ dalam tajuk Renungan tentang Bulan Ramadhan oleh Imam As-Syahid Hassan Al-Banna dengan beberapa olahan dan gaya bahasa sendiri, mudah-mudahan dapat menyentuh hati yang membaca.

Ramadhan adalah bulan ruhi, serta saat untuk menghadapkan diri kepada Allah. Sejauh yang kita dapat singkap, ketika bulan Ramadhan menjelang, sebagian salafus-soleh mengucapkan selamat tinggal sesama mereka dan bertemu semula ketika solat hari raya. Kerena mereka rasakan ini adalah bulan untuk menggandakan ibadah, bulan untuk melaksanakan puasa dan qiyam dan bulan untuk menyendiri hanya dengan Tuhan Rabbul ‘alamin.

Sidang pembaca yang Safiyyah kasihi, sebenarnya Safiyyah berupaya untuk mencari kesempatan untuk meneruskan penulisan di blog ini pada bulan Ramadhan, tetapi Safiyyah tidak mendapatkan waktu yang sesuai. Jika sebagian besar waktu selama setahun yang lalu telah digunakan untuk mengadakan kajian-kajian tentang seerah dan Al-Qur’an, berbicara dalam liqo’ usrah, bersama pakcik dan makcik dalam amali rehlah dan ziarah, riadah dan futsal, maka Safiyyah menginginkan agar waktu yang ada di bulan Ramadhan ini dapat kita gunakan untuk melaksanakan hasil dari kajian-kajian tersebut. Apatahlagi, ramai di antara kita yang melaksanakan solat tarawih dan memanjangkannya, serta mengejar dan mengambil peluang untuk mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Ini merupakan cara mengkhatamkan yang indah. Jibril a.s biasa membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari Nabi saw. Sekali dalam setahun.

Nabi saw. mempunyai sifat dermawan, dan sifat dermawan beliau ini paling menonjol terlihat pada bulan Ramadhan ketika Jibril membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau. Beliau lebih dermawan dan pemurah dibandingkan dengan angin yang ditiupkan. Kebiasaan membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an ini terus berlangsung sampai pada tahun ketika Rasulullah SAW dipanggil menghadap kepada Ar-afiq Al-A’la (Allah SWT), maka ketika itu Jibril as membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau dua kali. Ini merupakan isyarat bagi Nabi saw. bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir beliau hidup di dunia.

Ikhwanu fillah fil qiram, Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Rasulullah SAW. pernah bersabda mengenainya,

“Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalangi-nya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa‘at untuknya.’ Sedangkan Al-Qur’an akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dan tidur di malam hari, maka perkenankan aku memberikan syafa’at untuknya. ‘Maka Allah memperkenankan keduanya memberikan syafaat. ” (HR. Imam Ahmad dan Ath Thabrani)

Allah SWT juga menukilkan kalamnya dalam al-Quran yang maksudnya,

Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu…. [al-Baqarah:185]

Muga kita tidak menjadikan Ramadahan mubarak ini sebagai satu lagi rutin tahunan yang bakal kita tempuh secara tanpa sedar dek kerana ketidaksediaan kita menyambut bulan yang barakah ini. Kita memohon hidayah Allah agar dikurniakan iltizam yang tinggi untuk senantiasa berlumba-lumba mempertingkatkan amal dalam bulan ini. Kita juga mohon dikurniakan kesempatan menempuh Ramadhan dengan cukup dan jayanya. Pada-Nya juga kita pohon agar lebih ramai produk-produk tarbawi yang bakal dilahirkan dan melihat Madrasah Ramadhan dalam konteks yang lebih luas.

Akhir kalam, usrah yang sebenar bermula dengan lafaz al-As’r dan tasbih kifaghah. Ayuh para mujahid, deraskan kayuhmu, kemaskan aqidahmu, perbaiki akhlakmu, aturkan ibadahmu, banyakkan zikirmu, hidupkan malammu, basahkan lidahmu dengan qalam Quran. Muga Islam kembali menyinar.

Ibarat rahib di malam hari, penunggang kuda di siang hari

Allahul Musta’an
Safiyyah Khairah

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: